Saturday, October 5, 2019

INKLUSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

SEPTI HARIANI



Salam  jumpa  bersama saya di media  Pendidikan Anak. Kami ucapkan terima kasih kepada Ayah Bunda yang selalu setia mengikuti update saya  kolom artikel saya pendidikan anak berkebutuhan  khusus 
Kesempatan untuk mencicip manisnya pendidikan merupakan bagian hak anak berkebutuhan khusus. Kini, kita dapat melihat mereka tersenyum diatas asa yang mereka bangun melalui pendidikan formal di sekolah.”
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 Tentang Sistem Pendidikan Nasional membuka jalan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus untuk dapat mengenyam pendidikan dengan layak. Pendidikan inklusi secara khusus diartikan sebagai sebuah upaya penyelenggaraan  pendidikan yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus dan anak normal untuk belajar. Dengan adanya pendidikan inklusif artinya sekolah tersebut harus mampu mengakomodasi setiap anak tanpa kecuali, baik secara fisik, intelektual, emosional, sosial, bahasa, budaya, etnis, minoritas dan berbagai hal lainnya. Penyelenggaraan mengenai pendidikan inklusi secara lebih jauh terjamin dan diatur dalam Permendiknas Nomor 70 tahun 2009.
Penyelenggaraan sekolah inklusi bukanlah sebuah kebijakan yang asal-asalan. Secara lebih jauh sekolah inklusi mengemban tugas penting dalam usaha mencerdaskan siswa dan siswinya. Sekolah hendaknya mampu mengubah sikap dari semua elemen sekolah termasuk siswa, guru, dan orang tua. Selain itu perlu adanya pengawasan untuk memastikan bahwa anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pelajaran yang diberikan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mengenai kurikulum yang digunakan dalam sistem pembelajaran. Kurikulum tersebut sebaiknya mampu memperbaiki pencapaian atau prestasi akademik anak disemua level. Selain itu dukungan dari warga sekolah juga diperlukan untuk menciptakan iklim positif dalam sekolah inklusi.
Keuntungan Dari Inklusi Untuk Anak ABK
  1. Perilaku teman-teman menjadi contoh
  2. Patuh dengan aturan kelompok
  3. Mempelajari perilaku sosial di dunia (lingkungan) nyata
  4. Kompetisi – tantangan
  5. Menjadi bagian dari kelompok sosial (teman-teman sebaya)
  6. Kesempatan mengembangkan potensinya
Peran Guru Pendamping Dalam Pengelolaan Pendidikan Inklusif Pada Anak Berkebutuhan Khusus
Siapa Anak Berkebutuhan Khusus?
  1. Sulit dalam berkomunikasi
  2. Kesulitan dalam akademik
  3. Kesulitan dalam mendapatkan informasi
  4. Kesulitan dalam bersosialisasi
  5. Kesulitan mengetahui keinginan orang lain.
Diperlukan :
  1. Fleksibilitas
  2. Kreativitas
  3. Sensitivitas
Pendidikan Inklusif
  1. Mengikutsertakan anak berkebutuhan khusus dalam proses belajar di sekolah umum
  2. Memberikan pelayanan khusus bagi anak yang memerlukan layanan khusus
  3. Sekolah memberikan hak kepada anak untuk belajar dan mengembangkan potensinya
Diperlukan :
  1. Fleksibilitas
  2. Kreativitas
  3. Sensitivitas
Kekurangan Inklusif (kemungkinan)
  1. Anak tidak siap untuk belajar dari mencontoh
  2. Situasi dan lingkungan baru bisa meningkatkan stres
  3. Anak mungkin gagal (karena ia masih perlu sruktur tambahan untuk mampu belajar)
  4. Kemampuan bahasa yang lemah mungkin akan membuatnya terisolasi
  5. Kegagalan bisa mengurangi kepercayaan diri, berkembang menjadi kegagalan lebih besar dan stres
  6. Ancaman dari teman-teman sebaya-penganiayaan cemoohan bisa membuat anak autis menarik diri – kemunduran – agresif
Kapan Anak Dapat Mengikuti Pendidikan Inklusif
Apabila anak berkebutuhan khusus sudah siap dalam bentuk
  • Kemandirian
  • Sosialisasi
  • Bekerjasama dan bermitra
  • Akademis
Peran Pendamping
  1. Menyusun asesmen dan membuat tim khusus serta mengidentifikasi kebutuhan
  • Guru khusus dan guru BP, psycholog
  • Kepala sekolah, komite sekolah
  1. Deskripsi kemampuan saat ini
  2. Tujuan yang akan dicapai
  3. Pembelajaran khusus yang dibutuhkan
  1. Menyusun program pembelajaran individual
  2. Sebagai motivator dalam semua aktivitas siswa
  3. Sebagai fasilitator antara guru, siswa dan orangtua (sharing)
  4. Mendorong dan bekerjasama dengan orangtua dan masyarakat agar dapat terlibat (MONITOR)
  5. Dapat memecahkan masalah yang dihadapi anak
  6. Menciptakan iklim belajar yang kondusif
  7. Mengevaluasi program anak
Prasyarat menjadi pendamping :
  1. Bukan asisten anak/ helper
  2. Mempunyai latar belakang sebagai pendidik
  3. Bersifat terbuka
  4. Mau bekerjasama
  5. Berdedikasi tinggi dan tidak mudah menyerah
  6. Respek, tenggangrasa dan empati
  7. Menjadi figur bagi seluruh siswa
Tugas pendamping dalam kelas :
  1. Menjembatani instruksi antara guru dan anak
  2. Mengendalikan perilaku anak dikelas
  3. Membantu anak untuk tetap berkonsentrasi
  4. Membantu anak belajar bermain
  5. Membantu anak berinteraksi
  6. Menjadi media informasi  dan mengejar ketinggalan dari pelajaran di sekolahnya
  7. Apabila anak sulit mengikuti seluruh kegiatan, anak diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran yang diminati
  8. Dalam waktu istirahat anak dilatih untuk bersosialisasi
PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA
1. Sarana Umum
     a. Ruang kelas yang memadai
     b. Ruang praktikum
     c. Lapangan olahraga/upacara
     d. Ruang serbaguna
     e. Ruang BP
      f.Ruang UKS
2. Sarana Khusus
    a. Ruang asesmen
    b. Ruang observasi
    c. Ruang isolasi
    d. Ruang latihan sensori
    e. Alat penunjang disesuaikan dengan kebutuhan anak
3. Perlu Disiapkan
    a. Biaya (dana)
    b. Pengelolaan
    c. Lingkungan
Mengubah setting sekolah reguler menjadi inklusif merupakan proses yang panjang dan bukan suatu kejadian. Proses ini tidak akan terjadi dalam waktu semalam tetapi membutuhkan waktu yang panjang serta memerlukan terbentuknya kerja kelompok (tim) dengan menggunakan pendekatan dan kerjasama yang menyeluruh (a holistic  approuch).
Masyarakat yang baik adalah ditandai oleh KERAGAMAN bukan KESEREGAMAN. Akan tetapi pada kenyataannya Anak Berkebutuhan Khusus dipandang sebagai hal yang BERBEDA dari yang lain. Demikian artikel ini kami semoga bisa menjadikan tolak dari pengalaman bunda tiny untuk Anda yang peduli akan kelangsungan nasib pendidikan anak-anak khususnya anak yang memerlukan penanganan khusus. Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

  PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI TK. KUSUMA MULYA Nama               : Septi Hariani,S.Pd.Gr CGP Angkatan : X Kabupaten        : Kepahiang S...