Friday, July 10, 2020

Antara Guru Abad 21, Pendidikan Taman Kanak- Kanak Yang Berada Di Zona Merah, Dan Kegiatan Belajar Dirumah (BDR)



Sumber
:
Realita Yang Dihadapi Saat Ini
Penulis
:
Septi Hariani, S. Pd. Gr




Antara Guru Abad 21,  Pendidikan Taman Kanak- Kanak Yang Berada Di Zona Merah, Dan Kegiatan Belajar Dirumah (BDR)  

Septi Hariani,
Kepala Sekolah TK. Kusuma Mulya kabupaten Kepahiang

Sebagai warga yang baik sudah seharusnya kita selalu mentaati peraturan pemerintah, yang menghimbau, bahwa daerah yang termasuk kategori zona merah harus melaksanakan pembelajaran jarak jauh(PPJ). Hal ini kita sadari harus kita laksanakan agar meminimalisir penyebaran wabah Covid-19. Berdasarkan himbauan itu, dunia pendidikan harus menghadapi realita, bahwa pelaksanaan kegiatan pendidikan mengalami perubahan bentuk pelaksanaannya, Dimulai dari pendidikan PAUD hingga Perguruan tinggi akibat pandemic tatanan kegiatan pendidikan  harus merubah proses pembelajaran didunia pendidikan.
Pembelajaran di tengah pandemic COVID-19 dilaksanakan melalui system jarak jauh (PJJ). Pembelajaran jarak jauh dilaksanakan dengan berbagai jenis yakni daring online, luring yang lebih dikenal dengan istilah belajar dirumah (BDR), istilah ini masih terasa asing bagi beberapa pihak.  daring/online ataupun luring dilakukan atau diperhadapkan pada peserta didik Taman Kanak- kanak. Hal ini dituntut seorang guru untuk banyak berkreasi, berusaha dengan semaksimal mungkin bagaimana membuat perencanaan pembelajaran yang mudah sehingga dapat dipahami oleh orangtua/wali sebagai pendamping sekaligus pelaksana dalam kegiatan pembelajaran sehingga bisa diterapkan dan  terima oleh anak setingkat usia pendidikan Taman Kmelalui media pembelajaran Vidio yang dikirim melalui group Whatsap orang tua murid.

Pada kesempatan ini penulis menerapkan system pembelajaran SAVI, menggunakan media belajar dari lingkungan terdekat, agar anak dapat memiliki pengalam langsung sehingga kegiatan lebih bermakna. Disini guru berperan sebagai pembuat/penyusun perencanaan pembelajaran dan orang tua/wali bertindak sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran dan anak bertindak sebagai subjek pembelajaran. Dalam kegiatan belajar dirumah (BDR) menggunakan system daring online dan ofline guru memantau kegiatan pembelajaran melalui smart phone dan laptop yang di menggunakan layanan kelas virtual menggunakan aplikasi Facebook, You Tube. whatsApp google drive, zoom, dan messenger, sesuai kesepakatan semua pelaku kegiatan pembelajaran

Syarat melaksanakan kegiatan Belajar dirumah (BDR) secara daring untuk layanan pendidikan Taman Kanak- kanak hal yang harus ada yaitu dana untuk memiliki layanan internet yang lancar, memiliki gadget/laptop, memiliki akun untuk pelaksanaan daring serta kemampuan untuk mengoperasikan gadged/laptop, orangtua/wali yang memiliki kepedulian terhadap pendampingan kegiatan Belajar dirumah.

Pada kenyataannya untuk  melaksanakan kegiatan Belajar dirumah (BDR) secara daring banyak hal syarat tidak bisa dipenuhi, sehingga ini menjadi dilema, mengingat kondisi saat ini termasuk dalam kategori darurat, sebisa mungkin harus kita laksanakan, meskipun ini sangat bertentangan dengan hati nurani kita sebagai Guru taman Kanak- kanak. Bagaimana tidak tugas guru disini tidak bisa dilaksanakan secara keseluruhan secara normal, karena guru dalam melaksanakan pembelajaran tidak bisa mengamati secara langsung proses kegiatan pembelajaran anak, dan dalam melakukan penilaian proses ini sungguh sangat sulit untuk mendapatkan hasil seperti yang diharapkan.

Yang menjadi beban para guru Taman kanak- kanak adalah meski mampu melaksanakan prosedur daring bagaimana jika anak tidak bisa mendapatkan fasilitas dan layanan berdasar standar pendidikan bagaimana untuk mempersiapkan pendidikan selanjutnya, Tugas guru Taman Kanak- kanak sebagai pembentuk anak bangsa. Anak harus dibangun sebagai pondasi Negara yang kuat sehingga bisa ditopang oleh pilar yang kokoh  untuk dikonstruksi  menjadi bangunan yang indah serta memiliki atap yang teduh, itu adalah tugas kami,  itulah hakekat keinginan guru taman kanak- kanak menginginkan pandemic ini segera berakhir dan bisa melaksanakan pendidikan secara tatap muka dengan peserta didik.
      


No comments:

Post a Comment

  PENERAPAN BUDAYA POSITIF DI TK. KUSUMA MULYA Nama               : Septi Hariani,S.Pd.Gr CGP Angkatan : X Kabupaten        : Kepahiang S...